Hadi Awang yang terhormat, tolong berhenti menggunakan agama untuk mengalihkan perhatian orang Malaysia dari meminta pertanggungjawaban mereka yang memiliki posisi kuat — Miaoling Ng |  Apa yang Anda pikirkan
What You Think

Hadi Awang yang terhormat, tolong berhenti menggunakan agama untuk mengalihkan perhatian orang Malaysia dari meminta pertanggungjawaban mereka yang memiliki posisi kuat — Miaoling Ng | Apa yang Anda pikirkan

10 JANUARI — Mengkhawatirkan Presiden PAS Datuk Seri Abdul Hadi Awang menuduh media bermain hakim dalam kontroversi perdagangan saham yang melibatkan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Malaysia Tan Sri Azam Baki. Mengutip ‘Islam mengharuskan setiap orang untuk dihormati, bahkan mereka yang bersalah, karena itu adalah dosa bahkan bagi seseorang yang bersalah untuk tidak dihormati’, dia sekali lagi menggunakan agama untuk mengalihkan perhatian orang Malaysia dari meminta pertanggungjawaban mereka yang memiliki posisi kuat.

Pertama, sebagai bagian keempat demokrasi, media dan jurnalis memiliki tanggung jawab mendasar untuk meminta pertanggungjawaban negara, terutama pejabat pemerintah, atas tindakan mereka. Hal ini terutama terjadi ketika Lathiha Kunaratnam, seorang jurnalis investigasi, memberikan laporan berbasis fakta yang mengangkat pertanyaan yang sah demi kepentingan publik.

Presiden PAS Datuk Seri Abdul Hadi Awang tiba untuk sidang umum UMNO 2020 di Kuala Lumpur 28 Maret 2021. - Foto oleh Shafwan Zaidon
Presiden PAS Datuk Seri Abdul Hadi Awang tiba untuk sidang umum UMNO 2020 di Kuala Lumpur 28 Maret 2021. – Foto oleh Shafwan Zaidon

Jika Azam Baki berpikir bahwa laporan Lathiha salah, dia bisa memberikan alasan berdasarkan fakta untuk melawan tuduhan ini. Sebaliknya, dia memberikan pernyataan menggelikan seperti saham yang dibawa oleh saudaranya yang meminjam namanya dan terpaksa mengintimidasi pelapor, ketika MACC harus melindunginya.

Kedua, politisi Malaysia secara teratur mengajukan banding atas perbedaan ras atau agama dengan memanipulasi media dan memainkan retorika rasial, yang menghambat penerapan reformasi yang sangat dibutuhkan. Ini bukan kali pertama politisi, khususnya PAS, menggunakan agama untuk mengalihkan perhatian dari isu penting seperti korupsi.

Kontroversi Timah baru-baru ini (masalah pada label anggur) dan Anggaran 2022 terjadi pada waktu yang bersamaan. Namun, ternyata media dan diskusi publik lebih terfokus pada kontroversi Timah ketimbang APBN 2022. Mengapa demikian? Diskusi tentang Timah hanya bisa membawa perubahan label produk. Di sisi lain, Anggaran benar-benar tentang kemajuan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, mempromosikan pendidikan yang lebih baik dan banyak lagi.

Perlu juga dicatat bahwa diskusi dan kemarahan publik pada tiga halaman Jawi dalam sebuah buku teks lebih besar daripada pembebasan politisi korup seperti Musa Aman dan skandal daging halal palsu. Mengapa orang Malaysia lebih marah dengan tiga halaman buku teks daripada politisi yang menyia-nyiakan jutaan atau miliaran Ringgit Malaysia atau korupsi yang merajalela yang menyebabkan individu Muslim tanpa sadar mengonsumsi daging yang melanggar hak fundamental mereka untuk menjalankan keyakinan mereka?

Hal ini sebagian besar disebabkan oleh manipulasi media dan penggunaan ras atau agama untuk mengalihkan perhatian orang Malaysia dari meminta pertanggungjawaban mereka yang memegang posisi kuat oleh para politisi. Dan kini, Hadi Awang kembali menggunakan agama untuk mengacaukan diskusi publik, padahal dia sebagai Anggota DPR seharusnya bertindak untuk kepentingan publik dan menyerukan penyelidikan menyeluruh terhadap Azam Baki.

Memahami bagaimana dan mengapa politisi menggunakan ras atau agama untuk menghindari pertanggungjawaban, kita harus

(1) mengutuk keras Hadi Awang dan politisi lain yang menyalahgunakan ras atau agama untuk mengalihkan perhatian orang Malaysia dari meminta pertanggungjawaban mereka yang memiliki posisi berkuasa.

(2) Kita kemudian harus mengarahkan diskusi ke isu-isu yang lebih penting seperti memerangi korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan oleh yang berkuasa. Kita harus

A. menekan pemerintah untuk mengusut tuntas tuduhan terhadap Azam Baki untuk menegakkan integritas MACC dan Negara;

B. menekan Azam Baki untuk mencabut surat tuntutan dan menghentikan pelecehan terhadap jurnalis independen;

C. mendesak pemerintah untuk segera mengkaji, memperkuat dan memperluas cakupan perlindungan The Whistleblower Act 2010;

D. menekan pemerintah untuk bergerak maju dengan pembentukan Dewan Media Malaysia sebagai badan pengatur mandiri yang transparan dan independen untuk menghindari pemerintah atau MACC menjadi satu-satunya penengah kebenaran; dan

E. menekan pemerintah untuk mencabut undang-undang represif yang membatasi kebebasan berekspresi dan kebebasan pers.

Dengan korupsi yang merajalela, ada kebutuhan mendesak akan jurnalisme investigatif dan pengawasan media yang lebih kuat untuk menjaga mereka yang berada di posisi berkuasa.

* Ini adalah pendapat pribadi penulis atau organisasi dan tidak selalu mewakili pandangan Surat Melayu.

Posted By : pengeluaran hk hari ini terbaru